Fey
Aku tidak berharap tulisanku ini kalian baca, aku hanya ingin mengungkapkan semua apa yang ada dipikiranku.
Aku terlahir di keluarga yang mungkin amat sangat sejahtera serba berkecukupan bahkan lebih dari itu.
Perkenalkan namaku fere keluargaku memanggilku fey, aku adalah anak sulung.
jangan tolong jangan lanjutkan kalian membaca tulisan ini, sungguh ini sangat membosankan.
Ibu dan ayahku adalah orang ternama di komplek perumahan yang aku tinggali sekarang, bahkan hampir semua orang di komplek ku segan kepada mereka.
aku sekolah di salah satu sekolah swasta di kotaku, entah kenpa mereka tidak menyekolahkanku di sekolah negri, pada saat itu aku belum tau apa apa wajar umurku baru 7 tahun saat masuk sekolah dasar jadi aku terima saja keputusan mereka toh aku hanya ingin sekolah seperti anak anak yang lain nya.
Tak banyak yang bisa ku ceritakan waktuku kecil tapi aku ingat betul sering nya aku menangis di sekolah karna ulah anak anak yang menggangguku, aku tidak bisa melawan mereka yg mengganggu ku entah karna aku lemah atau cengeng apa bodoh, aku hanya bisa menangis dan berkata "mama mereka menggaguku", ya seperti yg kalian bayangkan ibuku lekas datang dan menghampiriku lalu seolah olah memrahi mereka yg menggaguku, "fey kau tak apa apa?", aku hanya menganggukan kepala sambil terus berdesak menangis, "sudah sudah masa jagoan mamah nangis", ahsudahlah.
mungkin dulu aku korban bullying ya "mungkin" tapi sudahlah itu hanya masalalu.
waktu terus berlalu semua yg aku inginkan selalu mereka penuhi dan turuti.
Owh tuhan terimakasih telahkau hadirkan keluarga sesempurna ini mungkin seperti itu doaku setiap malam.
akupun beranjak dewasa dan mulai menempuh pendidikan yg lebih tinggi aku masuk SMA paforit di kotaku di sini aku banyak belajar tentang semuanya dari pelajaran, hoby, pertemanan, bahkan cinta.
Setiap pagi aku berangkat di antarkan ayaku ke sekolah, semuanya berjalan dengan baik tidak ada masalah sebelum aku mengenal seorang gadis bernama keysa dan gerombolan nya yg di sebut gang atau apalah.
"Heii cupu udah gede masih di anterin bokap lu cwo apa cwe" hahahaha serempak teman teman nya tertawa puas menertawakanku, "sudah jangan dengarkan mereka cepat masuk belajar yang benar ya" saut ayahku "baik yah" balasku sambil mengangguk.
Setiap hari mereka menggangguku bahkan mencela orangtuaku, apa yg bisa aku lakukan aku tak bisa apa apa aku seolah olah seperti keledai yg tak punya keberanian lebih untuk melawan mereka.
sepulang sekolah entah apa yg aku pikirkan buka nya marah pada orang yg mencela orangtuaku tapi aku malah marah pada orang tuaku yg memperlakukanku seperti anak bayi sehingga jadi bahan ejekan teman temanku.
"Sudah cukup ibu , ayah memperlakukanku seperti anak kecil aku sudah dewasa bu aku sudah besar yah jadi tolong jangan perlakukan aku seperti anak kecil di depan teman temanku di sekolah. !!!" bentakku pada mereka sehabis pulang sekolah.
"Kenapa kamu fey.? Tanya ibuku terkejut dia mendengar aku yg begitu marah, tanpa menjawab pertanyaan nya aku langsung masuk ke dalam kamarku dan ku tutup rapat rapat pintu kamar.
"Owh tuhan apa yg aku lakukan" dalam hatiku penyesalan setelah membentak mereka. Aku tertidur bercampur kesal
" tok tok tok fey buka pintunya" terdengar suara ibuku mengetuk pintu dan memanggil namaku "ayo fey makan dulu udah malem tadi kamu pulang sekolah belum makan kan, apa mau ibu ambilin ke kamar kamu ?"
"Sudah diam berisik aku bisa sendiri" sautku pada ibuku yg begitu lembut padaku, ada sakit yg begitu dalam di dadaku saat aku membentak nya. "Kamu masih marah sama ibu maafkan ibu ya tidak bisa jadi ibu yg baik, ya sudah kalo kamu mau makan sudah ibu siapkan di meja makan" sautnya dengan halus menjawab bentakanku.
"Owh tuhan ampuni aku"
Malam itu pun aku tak makan aku tertidur lagi sampai pagi, ada penyesalan sangat dalam setelah kejadian kemarin.
Aku menghampiri kedua orangtuaku yg sedang bersiap mengantarkanku berangkat sekolah, "pah ,mah maafkan sikapku kemarin aku sungguh menyesal melakukan hal itu kepada kalian demi apa pun aku minta maaf" sambil tertunduk malu aku akhirnya mengatakan maaf juga,
"sudahlah tak apa ibu dan ayah mengerti apa yg kamu rasakan kami sudah memaafkanmu fey" jawabnya sambil memeluk ku.
Indahnya kasih sayang seorang ibu dan ayah yg aku bayangkan selama ini.
Aku hanya bisa berkhayal tentang semuanya mungkin khayalanku terlalu sempurna sehingga aku sering larut kedalam nya.
Ibu ayah di mana kalian berada bisakah kita memerankan cerita seperti yg aku bayangkan.
Jika kalian bersedia datanglah padaku karna aku tak cukup kuat untuk mencari kalian denga keadaanku seperti sekarang ini.
Dan ada beberapa hal yg ingin aku tanyakan pada kalian bisakah kalian menjawabnya.
Aku harap kalian menjawabnya dengan tepat.
Kenapa kalian meninggalkanku selagi aku masih bayi dan tak tau apa apa ? Kenapa tak kalian simpan photo kalian agar aku bisa mencari kalian Setelah aku dewasa ?
Apa kalian meninggalkanku karna keadaanku seperti ini?
Apa kalian malu mempunyai keturunan yg tak sempurna? bukan kah di dunia ini memang tidak ada yg sempurna?
Apa bagi kalian aku ini aib karna terlahir tanpa kaki dan tangan. ?
Ya mungkin itu alasan kalian meninggalkanku.
Ibu ayah dimanapun kalian berada dan seburuk apapun sikap kalian padaku, aku akan tetap mendokan yg terbaik untuk kalian dan seburuk apapun aku di mata kalian tetap aku ini darah daging kalian semoga kelak kita bisa membuat kisah seperti yg selalu aku bayangkan.
Temui aku bu yah.
zzzzz
BalasHapusssss
Hapus