Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016

Aku benci pengeluh !!

Gambar
Aku Benci Pengeluh. Terlalu banyak keluhan yang kalian ungkap, tentang derita, tentang pengkhianatan, tentang kekecewaan terhadap sesuatu yang kalian tidak pernah capai, tentang perbedaan, tentang ketidakadilan. Aku adalah salah satu dari sekian banyak orang yang tidak pernah sedikitpun mengeluhkan kehidupanku yang menurutku baik-baik saja. Aku terlahir tanpa penglihatan dan tanpa jari jemari, tak ada hal yang lebih penting dari sebuah kesempurnaan fisik bagi orang-orang yang selama ini kukenal. Segala keluhan tentang ketidaksempurnaan selalu menjadi sebuah kesedihan yang bisa memporak porandakan mental mereka. Sementara aku, berjuang melakukan segalanya dengan keterbatasan fisik yang kumiliki. Kedua orangtua dan 3 orang kakak laki-laki yang kupunya memperlakukanku layaknya harta berharga yang harus mereka jaga, aku bersyukur atas keberadaanku disini… tak pernah kumenghujat Tuhan untuk kondisiku yang mungkin menurut kalian sangat mengkhawatirkan. Aku selalu percaya, semua cobaan...

Jika dia menjadi dewas

Gambar
Jika dia menjadi dewasa.. Jika dia menjadi dewasa.. mungkin dia akan menuliskan kata-kata yang kini kutulis… Untuk kedua orangtuaku.. Ibu, apa kabar? Kau berada dimana kini bu? Banyak yang bilang padaku, katanya mataku ini sungguh mirip dengan ibu, senyumku mengingatkan orang-orang pada senyum ibu. Mereka bilang ibu cantik, dan aku cukup beruntung mewarisi kecantikan ibu. Ibu pasti ingat, beberapa belas tahun yang lalu saat umurku masih 4 tahun, ibu memutuskan untuk meninggalkan aku dan Ayah entah karena apa. Ibu tahu tidak? selama itupula aku tumbuh bagai seorang pengemis yang mengharap belas kasihan dari siapapun yang pernah mengenal Ibu. Aku tidak meminta apa-apa bu dari mereka, tapi mereka selalu saja terharu melihatku sendirian meracau tanpa beban didepan mereka… aku bernyanyi.. aku bercerita…seolah aku dibesarkan oleh seorang wanita pintar yang selalu ada disisiku memantau pertumbuhan putri satu-satunya, mereka memberiku pakaian, susu, makanan, mainan, hingga ...

Sesak

Gambar
Sesak. Baju hitam paling indah kupakai hari ini, untuk melepas kepergianmu yang bertahun-tahun selalu ada di dalam hidupku, entahlah… mungkin sekitar 10 tahun lamanya. Sekilas sesak kurasakan didalam dada, entah apa ini namanya… sebab sekalipun aku tak pernah merasakan jatuh cinta kepadamu. Mungkin aku hanya terbiasa denganmu, dan aku harus siap tak lagi terbiasa dengan keberadaanmu mulai kini. Air mata terus berjatuhan, kau tahu sendiri bukan? Aku memang wanita cengeng yang kau bilang  “Penuh drama”. Aku harap kau tak menganggapku sedang bersandiwara dan memainkan sebuah watak kini, karena dada ini terus merasa sesak… saat semua orang menghampiriku, mengelus punggungku, bersimpati kepadaku, sambil terus menerus berkata “Sabar ya Atira, ikhlaskan dia… Allah akan menjaga seorang laki-laki baikhati sepertinya, tempatnya akan mulia diatas sana…” Kau selalu sempurna dimata orang lain, dimata orangtuaku, dimata sahabat-sahabatku, t...

Janji untuk Damar

Janji Untuk Damar. Mereka bilang perpisahan itu hanya sebagian dari proses hidup yang akan dialami semua orang. Mereka bilang cara satu-satunya untuk melepaskan keterpurukan dari perpisahan adalah dengan mencari sesuatu baru untuk mengalihkan segala kenangan tentang hal yang tersisa dari perpisahan sebelumnya. Mereka bilang aku hanya tinggal mencari sosok laki-laki baru di hidupku untuk mengganti sosoknya yang baru saja pergi. Mereka bilang sudah saatnya maju menanggalkan semua yang berhubungan dengannya. Mereka hanya bisa bicara… tak tahu bagaimana perasaanku saat ini… Jika kau bertanya kepadaku apakah aku memang merasa terpuruk? Tidak, aku tidak merasakan hal seperti itu. Mereka hanya bisa berkoar atas kebungkamanku yang memang enggan menanggapi pendapat mereka. Aku hanya sedang mengingat-ingat lagi apa yang pernah kulalui bersamanya sepanjang tahun-tahun terakhir hidupnya. Bukan terpuruk kata yang tepat untuk mewakili bagaimana sikapku belakangan, aku lebih suka disebut “melayang”...

Aku tidak gila. . .!!

Aku tidak gila... Tuhan telah menciptakan begitu banyak mahkluk istimewa di muka bumi ini, dan dia adalah satu diantara sekian banyak mahkluk istimewa yang Tuhan cipta, beruntungnya aku karena mahkluk itu kini menjadi sosok yang begitu menyayangiku. Namanya Draka, aku mengenalnya  selama belasan tahun... Saat orangtuaku mulai mengijinkanku berjalan keluar rumah, dan saat itulah Draka datang untuk pertama kalinya. Seorang laki-laki dewasa yang selalu mengawasiku dan membimbingku saat kedua orangtuaku disibukkan oleh pekerjaan-pekerjaan mereka. Ya... Draka ada disana, di tengah waktu-waktu yang hilang antara aku dan kedua orangtuaku. "Ka, aku mau minta ditemenin jajan!!!" "Ka, aku bingung mau pilih sd yang mana..." "Ka, anak kelas 2D itu nakal sekali!! Selalu gangu aku!!!" "Ka, aku susah tidur... Malam ini datang ke rumahku yah!! Aku rindu saat saat kecil dulu, rasanya ingin dibacakan lagi cerita pengantar tidur olehmu... Tenang aja, mama papa ku s...